Posted on Juli 24, 2007 by ppkipmjabar
| Selasa, 24 Juli 2007 |
|
JUNTINYUAT, denpatrol.com – Dari 12 desa di Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jabar tiga desa di antaranya tuntas buta huruf (BH). Desa yang sudah menuntaskan buta aksara warganya Juntiweden, Juntinyuat dan Desa Tinumpuk.
Sembilan desa yang sekarang sedang digarap untuk dituntaskan buta aksaranya Segeran, Juntikebon, Dadap, Juntikedokan, Pondoh, Lombang, Segeran Kidul, Sambimaya, dan Desa Limbangan.
Camat Juntinyuat H Udi Suwarsudi, pekan lalu, mengatakan data terbaru jumlah warga di kecamatan yang mengikuti kegiatan pengentasan buta aksara tersisa 2.741 (2007) sedangkan pada 2006 yang lalu tercatat 4.306 warga belajar. Jadi mengalami penurunan yang cukup signifikan terhadap jumlah penyandang buta huruf, kata Udi.
Dijelaskan untuk menuntaskan buta aksara pemerintah menganggarkan alokasi dana berdasarkan klasifikasi dana bantuan yang bervariasi seperti anggaran dari APBN untuk 740 orang dan dari anggaran APBD I (provinsi) 140 orang. Sedangkan dari APBD II untuk 30 orang.
Selain itu ada bantuan dari PPK IPM untuk 660 orang. Sisanya untuk pembinaan 1.171 orang diambil dari dana bantuan ADD (anggaran dana desa). Ini berarti jumlah totalnya mencapai 2.741 warga belajar yang akan mengikuti penuntasan buta aksara.
Insya-Allah diusahakan paling telat pada minggu pertama Desember 2007 bisa tuntas BH dan bisa memiliki Surat keterangan melek aksara (Sukma) dari dinas pendidikkan setempat, kata Udi Suwarsudi.
Camat Juntinyuat juga memaparkan dari jumlah 2.741 warga belajar yang akan menuntaskan Paket A KF sudah mempunyai kelompok warga belajar sebanyak 275 orang. Sudah dicanangkan pada 10 Juli yang lalu dengan membagikan sarana dan prasarana alat-alat tulis dan administrasi pengelola sesuai dengan komitmen dengan beberapa stakeholderdan para tutor peneyelenggara siap tuntas buta aksara.
H. Udi Suwarsudi mengatakan jumlah penduduk di Kecamatan Juntinyuat 85.116 warga yang terdiri dari 42.971 laki-laki dan 42.145 perempuan. Potensi yang dimiliki warga Juntinyuat penghasil padi dan palawija pada umumnya buah jeruk, hasil tangkap ikan laut.
Selain itu produksi terasi dan kecap terkenal di Indramayu, telah mendapat penghargaan juara pertama tingkat provinsi pada program UPWKS dan juara ketiga tingkat nasional. Juga ada kue tradisional Indramayu geblog ketan pondoh yang cukup terkenal, hasil karya warga desa Pondoh. (Sumber : HArian Umum Pelita) |
DIarsipkan di bawah: Batch I, Kab. Indramayu