Pagi ini, saya seperti biasa, bekerja di depan komputer sambil mendengar TV, tak lupa secangkir kopi. Anak saya sedang asyik di samping saya dengan mainan LEGOnya.
Memang betul saya mendengarkan bukan melihat TV karena perhatian saya memang ada di komputer di depan saya. Trans TV pagi ini menyiarkan berbagai profesi yang unik, dalam rangka menyambut HUT DKI Jakar ke 481.
Ada 1 berita yang menarik buat saya. Seorang pensiunan TNI yang mengisi masa pensiunnya dengan menjadi pemulung sampah sayur di pasar. Memang tidak begitu jelas lokasi pasarnya, tetapi si Bapak ini dengan tekun bergerak dari pasar ke pasar mulai pkl 03.00 – 06.00 pagi setiap hari untuk mengumpulkan sampah sisa potongan sayur yang dibuang oleh para pedagang di pasar. Sampah sayur tersebut dia kumpulkan untuk dicampur sebagai pakan ayam. Menurut si Bapak ini, dengan cara demikian, dia bisa menghemat biaya pakan ayamnya sebesar 30% tanpa mengurangi bobot ayam atau kesehatannya. Ayamnya kini mencapai 200 ekor. Lumayanlah untuk seorang pensiunan dengan 1 orang istri dan 3 orang anak yang seluruhnya sudah mandiri. Dengan usaha ini dan tabungan pensiunnya, dia terus memutar otak agar bisa terus hidup layak tanpa harus mewah. Hebatnya si Bapak ini juga punya beberapa orang anak asuh yang membantunya mengelola ayam-ayam itu.
Dengan tekunnya si Bapak ini, yang di saat aktifnya dulu sempat lulus MBA, terus bergerak dari pasar ke pasar, dan ayamnya terus berkokok menjelang pagi. Kreatifitas memang tidak mengenal status dan usia.
<erwin untuk ppk-ipm jabar,23juni>
DIarsipkan di bawah: General
[...] Mengubah sampah sayur di pasar menjadi pakan ayam Ditulis pada Juni 23, 2008 oleh ppkipmjabar [...]
Kreatifitas tak peduli usia bila dia mo datang… ya datanglah tapi bila ga mo datang… dicari sampai kapanpun ga akan muncul.